Thursday, 27 September 2012

Terima Kasih Ibu

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Assalamualaikum w.b.t . kali ni ana mahu share sesuatu cerita..insyaAllah bermanfaat utk kita semua..
erm,, kalau tgk tajuk kat atas tu mesti da tau ape yg ana mahu sampaikan kan betul x?? so ready tisu depan mata ok .. hahaha gurau je..

Sayang x pd orang melahirkan kita ke dunia ini utk mengenal erti kehidupan?? sejauh manakah syg kita kpd ibu kita?? Adakah setebal sygnye ibu kpd kita?? em jwb ye atau tdk sekarang.. thats mean klau ye jwpn anda,, apakah yg anda lakukan sbgai tanda sygnye anda kpd ibu?? pernah x terfikir,, kita x akan mampu untuk membalas semua yg telah ibu kita lakukan untuk kita sewaktu kita mula-mula lahir ke dunia sehingga saat ini.. terlalu byk pengorbanannya..

Jom hayati sekejap puisi ni..


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi tegang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku faham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rezeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa lama kau dapat hari ini
untuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membezakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai kejayaan di dunia dan akhirat

IBU...sampai bila-bila pun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, doa dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akhirat...

IBU...
Anakmu akan selalu merindumu
Doa di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu


# ya, betul hanya Allah yang mampu membayar semua itu,, iaitu syurga..
Selagi ibu kita masih hidup,, berbaktilah kepada mereka.. bukan wang ringgit yang mereka perlukan,, tetapi kasih sayang kita yg terpenting bagi mereka.. 



Ingat lg kan sewaktu kita kecil,, siapa yg menyuapkan makanan ke dalam mulut kita?? siapa yg menghiburkan kita di saat kita menangis dan berduka?? IBU.. jd sekarang giliran kita untuk melakukan semua itu utk ibu.. walau sesibuk mana pun kita,, usahakanlah demi kgembiraan hatinya.. sesungguhnya syrga itu berada di bawah telapak kaki ibu.. sentiasalah menziarahi mereka dan kalau tdk mengizinkan,, hubungi ibu utk bertanya khabar saja sdh cukup utk menggembirakan hati dan mengubat kerinduannya.. jangan sampai kita menjadi anak yg derhaka kerana membiarkan ibu rindu pada kita tau..skrg ana nk share satu cerita pula..jom hayati dan muhasabah diri..Kisah Ibu Bermata Satu Yang Mempunyai Anak Lelaki..

 Aku tinggal di sebuahkota kecil bersama Ibuku, seorang Ibu yang hanya memiliki satu bola mata,sedang yang satunya aku tidak tahu kenapa dan aku memang tidak mau tahu kerana aku begitu benci dengan pemandangan seperti itu, sungguh tidak layak dipandang dan membuatku malu…, pikirku. Untuk memenuhi kebutuhan harian kami, ibuku bekerja sebagai tukang masak di sekolah tempat aku belajar. Suatu hari (di sekolah), ia datang menghampiriku untuk menghabiskan waktu rehatnya bersamaku. Akupun mengatakan padanya; Ibu.., mengapa Ibu kemari..?aku malu dengan teman-temanku bu.., aku tidak ingin mereka tahu kalau aku mempunyai Ibu bermata satu. Dia (Ibu) hanya diam dan pura-pura tidak mendengar perkataanku, aku pun memandangnya dengan penuh rasa kebencian. Keesokan harinya, beberapa teman dekat-ku mengejekku dengan mengatakan; “anak si Ibu mata satu”…mereka terus mengatakan hal yg sama hingga aku merasa malu dan ingin rasanya bersembunyi di tempat yg tidak diketahui siapapun…, sempat juga terfikir oleh-ku untuk menghindar jauh dari ibuku. Kenapa tidak…? Pikirku. Sejak saat itu akupun belajar dengan keras dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan peluang beasiswa ke Singapura, dan akhirnya aku pun mendapatkannya. akhirnya aku dapat menjauh dari hadapan ibuku yg selalu membuatku malu. Aku pergi…, belajar.., menikah…, punya anak…dan akupun membeli rumah di Singapura.Aku menikmati masa-masa bahagia dari hidupku…, Hingga pada suatu hari Ibuku datang mengunjungiku, saat itu aku sedang tidak ada di rumah. Ia (ibuku) pun bermain-main dan bersenda gurau dengan anak-anakku, hingga ketika aku pulang kerja akupun terkejut melihatnya, dengan setengah berteriak aku mengatakan: Heyyy…berani benar Ibu datang kemari dan bermain dengan anak-anakku. .? keluar sekarang juga, teriakku. Ibuku menjawab; oh maaf…, sepertinya Ibu salah masuk rumah. Ia-pun keluar dan menghilang dari pandanganku. Huff..dasar, kenapa juga dia ke sini, celotehku. Beberapa bulan kemudian, aku melakukan perjalanan di daerah kelahiranku(tempat-ku sekolah dulu).sekedar hanya ingin tahu, aku pun berniat melihat rumah kami dulu (tepatnya rumah Ibuku, Ibu yang selalu membuatku malu)…, Setibanya di depan rumahku, belum sempat aku masuk ke dalam rumah, seorang jiran yang aku kenal dulu sebagai petani tua memanggilku. ., iapun mengatakan; ibumu sudah meninggal sebulan yang lalu nak, dia menitipkan surat ini untuk diserahkan padamu. Aneh…, sedikitpun aku tidak merasakan sedih ataupun kehilangan. Akupun berlalu dari pak tua itu. Sambil duduk di kerusi tua di bawah pohon cemara di depan rumah kami, perlahan namun pasti kubuka surat tersebut..: “Anakku sayang, sepanjang hari Ibu selalu memikirkanmu…, Ibu rindu denganmu nak. hanya engkaulah mutiara ibu nak. Duhai mutiara hatiku…, maafkan Ibu nak, waktu itu Ibu berkunjung ke rumahmu diSingapura tanpa memberi kabar terlebih dahulu, Ibu tidak bermaksud membuatmu malu anakku, Ibu juga tidak berniat untuk menakut nakutkan anakmu dengan keadaan ibu yang hanya memiliki satu mata…, Ibu hanya rindu dan ingin melepas rindu padamu dan cucu-cucu Ibu. Ibu mohon maaf karena sering membuatmu malu, Ibu mohon maaf kerana telah membuat hidupmu tidak tenang anakku. Ketahuilah duhai anakku sayang…, dulu ketika engkau masih kecil.., engkau mengalami kemalangan sehingga harus kehilangan satu bola matamu. Sebagai seorang Ibu,, aku tidak sanggup membiarkan engkau hidup dalam kesedihan dan tumbuh besar hanya dengan satu bola mata. Ibu tidak ingin engkau dihina oleh teman-temanmu hanya kerana satu matamu telah tiada. Oleh kerana itu, akupun memberikan satu bola mataku untukmu anakku sayang. Ibu sangat bahagia dan sangat bangga kerana anak Ibu satu-satunya dapat melihat dunia dengan mata kepalaku sendiri… Salam Cinta… Ibumu… Tanpa terasa, air mataku pun menitis…, tidak tahu apa yang dapat dikatakan, tidak tahu harus berbuat apa…, hatiku berkecamuk, air mataku semakin deras mengalir… Ibu… Maafkan anakmu ini… Si anak akhirnya, menangis dengan penuh kesal tetapi sudah terlambat untuk memohon ampun dari ibunya..

sahabat, nampak kan ape yang ibu sanggup lakukan untuk kita demi kebahagiaan kita di dunia ini sehingga ibu sendiri sanggup mengorbankan kebahagiaannya sendiri.. masyaAllah,, sunguh tak terhingga kasih ibu kepada anak yang dikandung dan dilahirkan sendiri.. hargailah mereka selagi mereka masih hidup..

ok la sampai sini dulu coretan ana sbb ade tugas yg perlu ana lakukan.. InsyaAllah nanti ade mase ana update post yg baru ok.. afwan andai ade kesalahan yg ana terlepas pandang dalam coretan ini.. sesungguhnya yg baik itu datangnya dari Allah dan yg tdk baik itu dtgnya dari kelemahan ana sendiri.. maas salamah wa ilalliqa' ... Assalamualaikum sahabat.. <((^_^))>

No comments:

Post a Comment

Followers